Pentingnya Audit SI bagi suatu organisasi
Dapat dirasakan saat ini, perkembangan
teknologi berkembang dengan sangat pesat, telah mengakibatkan perubahan
pengolahan data yang dilakukan perusahaan dari sistem manual menjadi sistem
elektronik atau komputerisasi. Peralihan ini memungkinkan data yang kompleks
dapat diproses dengan cepat dan teliti. Oleh karena itu, sangat diperlukan
adanya pengelolaan yang baik dalam sistem yang mendukung proses pengolahan data
tersebut. Dalam sebuah organisasi tata kelola sistem dilakukan dengan melakukan
audit. Menurut Juliandarini (2013) Audit sistem informasi (Information Systems
(IS) audit atau Information technology (IT) audit) adalah bentuk pengawasan dan
pengendalian dari infrastruktur sistem informasi secara menyeluruh.
Menurut Weber (1999)
terdapat empat tujuan utama mengapa perlu dilakukannya audit sistem informasi
yaitu:
1. Mengamankan asset
Asset (aktiva) yang berhubungan
dengan instalasi sistem informasi mencakup: perangkat keras, perangkat lunak,
fasilitas, manusia, file data, dokumentasi sistem, dan peralatan
pendukung lainnya. Sama halnya dngan aktiva – aktiva lainnya, maka aktiva ini
juga perlu dilindungi dengan memasang pengendalian internal. Perangkat keras
bisa rusak karena unsur kejahatan ataupun sebab-sebab lain. Perangkat lunak dan
isi file data
dapat dicuri. Peralatan pendukung dapat dihancurkan atau digunakan untuk tujuan
yang tidak diotorisasi. Karena konsentrasi aktiva tersebut berada pada lokasi
pusat sistem informasi, maka pengamanannya pun menjadi perhatian dan tujuan
yang sangat penting.
2. Menjaga integritas data
Integritas data merupakan
konsep dasar audit sistem informasi. Integritas data berarti data memiliki
atribut: kelengkapan (completeness), sehat dan jujur (soundness), kemurnian (purity), ketelitian (veracity). Tanpa menjaga integritas data, organisasi
tidak dapat memperlihatkan potret dirinya dengan benar akibatnya, keputusan
maupun langkah-langkah penting di organisasi salah sasaran karena tidak
didukung dengan data yang benar.
3. Menjaga efektivitas sistem
Sistem informasi dikatakan
efektif hanya jika sistem tersebut dapat mencapai tujuannya. Untuk menilai
efektivitas sistem, auditor sistem informasi harus tahu mengenai kebutuhan
pengguna sistem atau pihak-pihak pembuat keputusan yang terkait dengan layanan
sistem tersebut. Selanjutnya, untuk menilai apakah sistem menghasilkan laporan
/ informasi yang bermanfaat bagi penggunanya, auditor perlu mengetahui
karakteristik user berikut proses pengambilan keputusannya.
4. Mencapai efisiensi sumber
daya
Suatu sistem sebagai fasilitas pemrosesan informasi dikatakan efisien jika ia menggunakan sumber daya seminimal mungkin untuk menghasilkan output yang dibutuhkan. Efisiensi sistem pengolahan data menjadi penting apabila tidak ada lagi kapasitas sistem yang menganggur.
Dari penjelasan tersebut
sangat jelas bahwa seberapa pentingnya bagi sebuah organisasi untuk melakukan
audit sistem informasi untuk melihat kembali apakah sistem yang berjalan sudah
tepat dan terpenting sistem mampu untuk mendukung tercapainya tujuan
organisasi.
Referensi :
1.
Juliandarini. Handayaningsih, Sri. Audit Sistem Informasi
pada Digilib Universitas XYZ Menggunakan Kerangka Kerja COBIT 4.0. Jurnal
Sarjana Teknik Informatika. Volume 1 Nomor 1, Juni 2013. Pp. 276-286. e-ISSN:
2338-5197
2. Romney, Marshall B.,
Steinbart, Paul John. (2004). Accounting Information Systems. 9th edition.
3. Weber, Ron. (1999).
Information Systems Control and Audit. Prentice-Hall, Inc., New Jersey.
4. https://sis.binus.ac.id/2015/06/24/pentingnya-audit-sistem-informasi-bagi-organisasi/
Komentar
Posting Komentar